catatan pengelana

By : Muhammad Arif
Based on true story

Untuk bunga indah dengan kemekarannya.
Yang selalu menjaga diri dari tangan-tangan jahil dengan duri yang kau miliki.
Salam hangat + hormat dari pemujamu disini.

Bila rindu sudah tak dihiraukan.
Itu sebuah pertanda, bahwa hidup tak selalu seperti yang anda pikirkan.
Yang perlu kau lakukan hanyalah terus menebar senyuman kebaikan.
Karena seorang bijak pernah berkata :
"Tak semuanya mampu kita pahami,
adakalanya yang mampu kita lakukan hanyalah menerima tanpa rasa benci".

Rindu yang tak bertuan, yang tak pernah memuaskan.
Angin malam ditengah kesejukan gunung es pun tak menggugah rasa itu.
Tiba-tiba saja hening meninggalkan ribuan suara beralih kesuara yang hanya ada dalam benaknya.

Di akhir cerita..
Ternyata ketenangan berteman kedamaian juga membawa kebahagiaan akhirnya menghampiri. Ternyata semua yang telah terlewati dengan kesenangan semu, terasa kosong bagaikan hari-hari yang berlalu tanpa mamfaat didalamnya.

Kedamaian yang datang kini walaupun terasa menggoda untuk menjauhinya pertama kali,
tapi perlahan mulai terbiasakan. Semoga keyakinan selalu berpihak padanya.
Hinga kebahagiaan akan terus setia menemani.

Hari-hari terlewati sekarang begitu banyak makna didalamnya.
Bahkan untuk merasakan kebahagiaan di dalam kesempitan cobaan,
dia hanya perlu memejamkan mata dan senyum kedamaian akan terukir otomatis dibibirnya. Hati yang penuh badai dunia pun akan tenang layaknya embun di keheningan fajar.

Semoga semakin hari semakin bening kedamaian di hati.

Komentar yang membangun dan bersifat positif anda sangat diharapkan.
EmoticonEmoticon