Nasehat Elang Pada Anaknya

kepakan sayap elang

Kau tahu…
Bahwa semua Elang hanya pantas bagi sesama Elang.
Dengan segenggam sayap, masing-masing memiliki hati singa.

Harus berani dan hormati diri, sergaplah mangsa yang besar saja.
Jangan bersibuk dengan ayam hutan, burung meliwis, dan pipit.
Kecuali jika engkau ingin melatih kepandaian memburu.

Adalah hina, pengecut tanpa berusaha mengeram.
Membersihkan paruh kotor dengan mengambil makanan dari tanah.

Elang tolol yang meniru cara hidup burung pipit yang pemalu akan menjumpai nasib malang.
Sebab ia akan menjadi mangsa buruannya.

Kutahu banyak elang yang jatuh dalam debu di mata mangsanya.
Oleh karena mereka memilih jalan hidup burung pemakan gandum.

Perliharalah martabatmu hingga hidupmu bahagia.
Selalu geram, keras, berani  dan kuat dalam perjuangan hidup.
Biarlah ayam hutan yang malang punya tubuh indah dan langsing
Bangunlah dirimu kokoh setangguh tanduk rusa jantan.

Adapun kesenangan yang berasal dari kehidupan fana disini datang dari hidup yang penuh keberanian, Kegiatan, dan kecermatan.

Nasihat berharga yang telah diberikan Elang pada anaknya:

“Jadikanlah tetesan darah kemilaumu berkilat-kilat bagai manikam.
Janganlah kehilangan diri dalam pengembalaan seperti domba dan kerbau.
Jadilah engkau seperti nenek moyangmu semenjak dulu.

Kuingat betapa baik orang tuaku senantiasa menasihatiku begitu.
Jangan bangun sarangmu di dahan pohon.

Kita para Elang tidak mencari perlindungan di taman dan di ladang manusia
Surga kita ada dipuncak-puncak gunung, gurun luas dan tebing jurang.
Haram bagi kita menjemput bulir-bulir jelai dari tanah.
Sebab Tuhan telah memberi kita ruang lebih tinggi yang tidak terbatas.

Penduduk kelahiran angkasa yang berdiam di bumi, di mataku lebih buruk dari burung kelahiran bumi. Bagi elang ladang buruannya adalah karang dan batu jurang.

Karang baginya adalah batu gosok untuk mempertajam cakar-cakarnya.
Kau adalah salah seorang anak kebuasan yang bermata dingin.

Keturunan paling murni dari burung Garuda.
Jika seekor elang muda ditantang oleh seekor harimau.
Tanpa mengenal takut ia akan membelalakkan matanya.
Terbangmu pasti dan megah seperti terbang malaikat.

Dalam nadimu mengalir darah raja purba puncak-puncak gunung.
Dibawah kolong langit yang luas ini, kau tinggal
Martabatmu terangkat oleh kekuatan.

Sasaran apapun tak ditampik oleh matamu.
Kau tidak boleh mengemis makanan dari tangan siapun kapan pun saja.
Baik-baiklah kau membawa diri.

Dan dengarkan selalu nasihat yang baik dan luhur ini.
Karya Dr Muhammad Iqbal

Sadar Penuh, Hadir Utuh


belajar dari bayi

Tak semua mampu kita pahami, adakalanya yang mampu kita lakukan hanya menerima tanpa rasa benci.

Kadang kita perlu duduk sejenak merangkul diam, tidak terperangkap masa lalu, tidak juga mengembara ke masa depan.
    Hidup menjadi membosankan jika kita hanya terus mencari pengakuan.

    Meskipun sendiri, semoga kita tak pernah merasa sendirian.

    Semoga kita dapat bijaksana dalam mengetahui dan memilih sudut pandang sehingga kita mampu memberi makna yang apa adanya untuk menciptakan hidup bahagia.

    Saat berkendara dan sesaat berhenti entah karena lampu merah atau macet, kamu dapat duduk dengan nyaman dan gunakan waktu itu untuk menangkan diri. Sadari tarikan dan embusan nafas, serta nikmati diri dari hadir utuh disini dan saat ini, sekarang.

    Dengarkanlah hatimu. Ia tak pernah berbohong.

    Ada banyak kesempatan dalam kehidupan sehari-hari yang bisa kita gunakan untuk melakukan hal serupa. (Thich Nhat Hanh)

    Sibuk hanyalah untuk pemalas. Ya, malas untuk berpikir menetapkan pilihan.

    Lelahkah kamu, terus memaksakan diri supaya berubah menjadi orang lain ? 

    We create stress for ourselves because you feel like you have to do it. You have to. I don't feel like that anymore.(Oprah Winfrey)

    Do you have patience to wait 'till your mud settles and the water is clear ? Can you remain unmoving 'till the right action arises by it self ? (Lao Tzu)

    Be mindful, reach your peak performance!

    Sometimes you need to press pause to let everything sink in. (Sebastian Vettel)

    Hearing whitout listening. The main human problem is not listening.

    Your Mind will answer most questions if you learn to relax and wait for the answer. " William S. Burroughs "
    Dikutip dari buku "Sadar Penuh, Hadir Utuh" karangan - Adjie Silarus