Bisikan Kedamaian Dari Kesunyian Malam

hening
By : Muhammad Arif
Based on true story
Bulan tak pernah datang tanpa matahari. Begitu pula pelangi yang tak pernah ada tanpa hadirnya hujan. Jangan terlalu terpana dengan kabut yang menyembunyikan pelangi, Hingga membuat cahaya bulan tak bisa menerangi.

Begitu pula diri ini.. Tak akan pernah bisa merasakan nikmatnya berada dijalan kebenaran, Tanpa pernah mencoba menenggelamkan nafsu ke cahaya terang.

Belajarlah dari akar, Yang menjadi elemen utama pepohonan, Yang selalu menumbuhkan walau tak pernah dibicarakan, Yang lebih suka tinggal di kegelapan bumi walau sering dianggap tak berarti.

Matahari begitu berarti walau kita sering merasa kepanasan karenanya, layak terang yang takkan ada tanpa kegelapan, belajar lah menilai semua jangan dari satu sisi. Karena rumput yang kita anggap tak berarti, bisa menjadi hal yang paling kita rindukan, Jika dibandingkan dengan keindahan mawar yang sering membawa luka.

Memang...engkau takkan pernah mendapatkan akhir dari perjalanan bait syair ini. Karena ini hanyalah kata yang keluar dari hati yang masih terlalu labil dalam berkelana, Yang masih takut akan kesunyian yang membawa kedamaian, Yang belum bisa membedakan kegelapan yang dimanipulasi menjadi cahaya terang.

Tujuan malam mengeluarkan suara dengan bantuan angin yang menyembuhkan, Dengan bantuan hujan yang semakin menambah ketenangan. Tujuan dari segala itu bukanlah untuk menampakkan keindahannya, Tetapi hanyalah untuk menenangkan hati-hati yang terlalu dalam menyusuri kegelapan.

Begitu pula dengan syair-syair pembawa kata ini, Hanyalah sebagai penambah keindahan bagi hati yang terlalu rindu kepada-Nya. Walau terkadang tak dipahami layaknya keindahan malam yang jarang dihiraukan.

Keyword : damai, puisi, malam, sunyi, bisikan

Terimakasih telah membaca artikel ini, semoga bermamfaat. Komentar yang membangun dan bersifat positif anda sangat diharapkan.